Wednesday, 1 April 2015

Habib Rizieq: “Jangan Salahkan Jika Umat Islam Nanti Angkat Senjata Lawan Densus”


IMAM besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menuntut agar Detasamen Khusus (Densus 88) untuk segera dibubarkan. Bagi beliau keberadaan Densus 88 di Indonesia saat ini justru merasakan masyarakat khususnya umat Islam. Tidak hanya Densus 88, namun BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) juga harus dienyahkan keberadaannya di negeri ini.

“Kenapa Densus 88 dan BNPT harus segera dibubarkan? Karena Densus sering salah tangkap, salah tembak, salah bunuh,” tegas Habib karismatik ini di depan ribuan massa FPI dalam acara puncak Musyawarah Nasional FPI Ahad kemarin (25/8/2013) di kawasan markas mereka jalan Petamburan Tanah Abang Jakarta.
Menurut Habib Rizieq Densus 88 sudah tidak lagi mengindahkan aturan hukum dan prosedur yang berlaku di republik Indonesia dalam menjalankan tugasnya. Densus saat ini jelas beliau sudah bertindak layaknya koboi jalanan yang bertingkah sesuka hati mereka yang asal main tembak.”Kita di Indonesia tidak butuh koboi-koboi jahat yang suka asal tembak!” ujar Habib dengan nada emosi, diselingi teriakan takbir yang bersahut-sahutan dari massa FPI.
Bukan hanya dibubarkan, bagi Habib Rizieq Densus 88 dan BNPT harus ditarik dan diadili ke pengadilan HAM internasional karena mereka sudah banyak menangkap, menembak dan membunuh orang yang tidak bersalah. “Mereka sudah banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran berat terhadap HAM,” papar beliau.
Habib Rizieq juga memperingatkan pemerintah republik Indonesia untuk tidak main-main dalam soal tuntutan pembubaran Densus dan BNPT ini. Beliau mengancam bahwa umat Islam bisa bergerak secara bersama untuk melawan keberadaan Densus jika, lembaga berlambang burung hantu ini tidak dibubarkan pemerintah Indonesia
“Jangan salahkan umat Islam jika Densus 88 dijadikan musuh bersama bagi umat Islam dan jangan salahkan umat Islam kalau ke depan umat Islam akan mengangkat senjata untuk melawan Densus 88,” pungkas beliau
Load disqus comments

0 comments