Wednesday, 1 April 2015

Pesan Untuk Para Sang Pemimpin


JELANG akhir tahun ini, Indonesia kembali digoncangkan dengan berbagai musibah. Diawali dengan tanah longsor di Banjarnegara, kemudian banjir yang terjadi di mana-mana. Disusul dengan terbakarnya pasar tekstil terbesar di Indonesia pasar klewer. Dan dilanjutkan dengan jatuhnya pesawat Air Asia yang membawa kurang lebih 162 penumpang.
Musibah-musibah itu datang silih berganti seakan-akan memberi peringatan kepada kita, selaku hamba Allah untuk selalu berbuat kebaikan. Karena kita tidak akan tahu kapan, di mana dan sedang apa saat nyawa kita diambil nanti.
Kalau kita cermati, hampir setiap jelang akhir tahun, Indonesia selalu tertimpa musibah. Ini merupakan pertanda untuk kita dan para pemimpin kita agar kembali ke jalan yang telah dipilihkan Allah SWT.
Sesungguhnya musibah itu tidak akan menimpa suatu kaum kalau bukan karena ulah tangan mereka sendiri. Allah SWT berfirman dalam surat Ar-ruum ayat ke 41.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa semua musibah yang menimpa kita tidak lain disebabkan oleh perbuatan kita sendiri. Ini semua merupakan teguran dari Allah agar kita kembali kepadanya dan berhenti berbuat kedzaliman.
Sungguh tidak layak bagi kita bersenang-senang dan menghambur-hamburkan uang dengan membeli terompet atau kembang api, sementara saudara kita diberbagai daerah tertimpa musibah. Oleh karena itu, di awal tahun ini, marilah kita sama-sama membenahi diri kita dan menyisihkan sebagain dari rezeki kita untuk meringankan beban saudara kita. Agar kita mendapatkan rahmat Allah SWT.
BEBERAPA waktu lalu orang nomor satu di negeri ini pernah berkata kepada salah satu media, “Jika saya duduk jadi Presiden dengan hasil kecurangan-kecurangan, maka saya dan pendukung saya akan kena azab dari Allah!” Pernyataan yang dilontarkan oleh pemimpin negeri ini seakan-akan mendapat jawaban langsung dari Allah, dengan menurunkan musibah yang berkesinambungan.
Rasulullah pernah berdoa, yang doa itu tercantum dalam kitab sahih muslim, yang berbunyi:
اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم.
“Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah ia,” (Diriwayatkan oleh Muslim).
Dalam hadis tersebut Rasullah berdoa kepada Allah dengan amat khusyuk agar Allah menyayangi para pemimpin yang menyayangi rakyatnya. Namun ia melaknat para pemimpin yang menggunakan kekuasaannya secara dzalim untuk menyusahkan dan membuat sengsara rakyat yang dipimpinnya.
Seharusnya para wakil rakyat sadar bahwa kebijakan-kebijakan yang meraka ambil selama ini sangat menyengsarakan rakyat. Misalnya dengan menaikan harga BBM disaat harga BBM dunia turun. Ini merupakan kebijakan yang menurut saya kurang tepat dan menyengsarakan rakyat. Karena dengan naiknya harga BBM secara otomatis hampir semua komoditas akan naik pula.
Pesan untuk para pemimpin, gunakanlah kekuasaan itu di jalan yang Allah ridhai. Dan berhentilah memakan uang rakyat secara batil karena itu akan mendatangkan azab Allah. Dan pesan untuk rakyat. Marilah kita sama-sama bertobat dan menjauhi segala bentuk kesyirikan serta mendoakan pemimpin kita agar menjadi pemimpin yang adil. Amin.
Load disqus comments

0 comments