GEDUNG Putih menyatakan bahwa taktik yang digunakan dalam serangan museum Tunisia konsisten dengan ISIS, akan tetapi informasi tersebut harus diverifikasi. Pernyataan ini muncul menanggapi pernyataan kelompok ISIS, di mana ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan sedikitnya 23 orang, termasuk 20 turis asing, di ibu kota Tunis.
“Sementara ini, kita belum bisa memastikan kebenaran klaim ini. Meskipun taktik yang kami lihat di Museum Bardo memang sepenuhnya konsisten, dengan taktik yang sering dilakukan ISIS sebelumnya,” kata Sekretaris Gedung Putih Josh Earnest pada hari Jumat (20/3/2015).
Ia mengatakan Gedung Putih sangat mengutuk serangan itu. Ia menambahkan bahwa Presiden Barack Obama telah berbicara dengan Menteri Dalam Negeri Tunisia Mohamed Gharsalli untuk menyampaikan belasungkawa.
Turis dari Italia, Jepang, Polandia dan Spanyol berada di antara mereka yang tewas dalam serangan itu.
Pasukan keamanan Tunisia telah menahan sembilan tersangka, termasuk empat orang yang diyakini telah terlibat langsung dalam serangan itu.

0 comments